Alasan Orang Sering Nerobos Lampu Lalu Lintas


Rambu - rambu lalu lintas merupakan hal yang sangat vital ketika kita berkendara di jalan raya. Banyak kecelakaan yang terjadi karena orang sering tidak mempedulikan rambu-rambu yang ada. Banyak rambu - rambu atau peraturan lalu lintas yang sering kita langgar, seperti melewati batas kecepatan, menyalip kendaraan lain dari sebelah kiri, menggunakan ponsel ketika berkendara, dan menerobos traffic light (lampu lalu lintas). 
Menerobos lampu lalu lintas merupakan hal cukup sering kita lakukan, apalagi ketika tidak ada polisi yang sedang berjaga di sekitarnya. Aku sendiri pernah sekali mencoba untuk menerobos lampu lalu lintas. Waktu itu aku terlambat berangkat ke kampus. Jika terlambat, akan diusir dan tidak diizinkan mengikuti perkuliahan pagi itu. Aku buru-buru memacu sepeda motorku agar bisa sampai di kampus tepat waktu. Ketika sampai di persimpangan, aku melihat lampu orange sudah menyala. Yang artinya setiap kendaraan harus mengurangi kecepatannya. Tapi karena sudah terlambat, aku terus menarik gas motorku makin dalam, agar bisa melewati persimpangan sebelum lampu merah menyala. Tapi lampu orange telah berganti menjadi lampu merah. Mendekati simpang,  aku tidak sempat untuk mengurangi kecepatan. Alhasil, motorku mencium (baca: nubruk) becak motor. Dan sialnya, ternyata di simpang itu sedang ada polisi yang berjaga. Aku pun kena tilang dan harus membayar sejumlah denda ke pengadilan. Untuk aja ngga sampai menimbulkan korban dan abang becak tadi ngga menuntut ganti rugi. Sejak saat itu, aku ga pernah dan ga pengen nerobos lampu merah tadi.

Tapi aku liat dijalan raya, masih aja ada orang yang nerobos lampu lalu lintas. Aku yakin mereka tahu kalau yang mereka lakukan itu bahaya. Berbahaya untuk diri mereka sendiri dan juga berbahaya untuk orang lain. Kenapa sih mereka masih nerobos lampu lalu lintas? Berikut ada beberapa alasan kenapa mereka masih nerobos lampu lalu lintas. Hasil pengamatanku yang kurang kerjaan di jalan raya.

Read More

Weekend Project: Jam Digital Sederhana

Sehabis libur lebaran kemarin, saya beres - beres kamar yang udah berantakan, kertas bertebaran dimana - mana. Jujur, saya termasuk orang yang terlalu sibuk (baca: malas) untuk bersihin kamar sendiri hehe. Ketika lagi beresin dalam lemari, saya nemuin beberapa barang yang tersisa dari jaman praktikum Elektronika Dasar dulu. Ada Power supply adaptor, solder, bor, papan pcb, display 7 Segment, beberapa IC (Intergrated Circuit) dan komponen elektronika lainnya seperti resistor, transistor, dioda, kapasitor dan lain-lain yang sepertinya masih bisa berfungsi.
Read More