Ku Kira Mati, Ternyata Kau Masih Hidup


Jamur Tiram
Juni lalu, aku membeli sebuah tanaman, yang bernama Pleurotus ostreatus. Taukah kalian apaan itu? Kalau kalian ngga tau itu tanaman apa, berarti kita senasib haha. Aku juga baru tau dari wikipedia kalo Pleurotus ostreatus itu adalah nama ilmiah untuk Jamur Tiram, salah satu jamur-jamuran yang bisa dimakan dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita.


Aku yang pada dasarnya kurang mengerti bercocok tanam, awalnya membeli tanaman ini untuk dijadikan sebagai kado untuk teman spesialku, Mayang. Aku membeli tanaman jamur ini secara online di halogrowbox.com yang ku kenal dari acaranya Om Andi F. Noya (Kick Andy). Namanya Growbox, sebuah kotak yang berisi bibit jamur yang dapat dipelihara oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja, begitulah kata si penjual. Inovatif menurutku, maka dari itulah aku tertarik untuk membelinya. Membelinya juga ngga gampang, harus sabar untuk menunggu daftar antrian, karena si penjual hanya mampu mengirimkan 100 box per harinya. Daftar antrian ketika aku memesan sudah mencapai 1513 sedangkan nomor antrianku adalah 3736 *buset dah, jadi aku harus menunggu 4 minggu lagi barulah growbox pesananku dikirim belum lagi lamanya waktu pengiriman dari Medan ke Bandung. Maaf ya, aku jadi terlambat ngasih kadonya :(

Pembelian dapat dilakukan jika kita membeli minimal 2 box, jadi satu box untuk kado dan satu boxnya lagi untuk ku pelihara sendiri hehe. Karena aku juga penasaran, ingin mengetahui gimana jamur ini dapat tumbuh di dalam kotak. Setelah menunggu 4 pekan, akhirnya growbox pesananku pun tiba dirumah dan aku pun tak sabar untuk membukanya. Esok harinya aku membuka kotak tanaman tersebut. Di dalamnya aku menemukan sebuah baglog plastik yang berisikan serbuk kayu yang sudah disterilisasi sebagai tempat untuk bibit jamur yang akan tumbuh nanti dan juga sebuah sprayer a.k.a semprotan air. Kata si penjual perawatan untuk jamur tiram ini sangat mudah, cukup diletakkan dirumah dan hindarkan dari sinar matahari langsung, semprot dengan air 1-3 kali sehari,

Jamur Tiram GrowboxAku langsung menyayat plastik baglog tersebut dengan pisau dapur agar si bibit jamur mendapatkan oksigen dan bisa tumbuh. aku letakkan growboxku di depan kamar, ku semprot setiap hari, ku rawat dengan penuh kasih sayang. Sampai 4 minggu, aku masih belum melihat adanya tanda tanda kehidupan dari kotak jamur itu. Seminggu kemudian aku masih belum juga melihat adanya tanda kehidupan dan baglog bekas sayatan pisau itu terlihat berwarna kecoklatan seperti membusuk. Ntah kenapa, mungkin karena pisau yang ku pakai untuk menyayat plastiknya ngga steril. Akhirnya si kotak jamur itu, aku letakkan saja atas lemari dan ngga pernah ku semprot air ataupun ku perhatikan.

Jamur Tiram
Dan aku pun lupa ntah berapa lama jamur itu ku letakkan diatas lemari, Sampai suatu ketika, Mbak Nita (kakakku) melihat ada semacam tentakel gurita yang keluar dari growbox itu. Dan baru ku sadari ternyata jamurnya sudah mulai tumbuh ntah dari kapan, karena ku lihat ukuranya sudah cukup besar.
Foto disamping kuambil pagi, sebelum berangkat ke kampus. Dan waktu aku pulang, si jamur ini udah bertambah besar cepat banget.
Jamur TiramJamur Tiram

Jamur TiramJamur Tiram

Hari demi hari, jamur yang ku kira tak berhasil hidup malah tumbuh dengan sangat cepat, dalam 5 hari saja ia sudah tumbuh sangat besar :D
Mau lihat gimana jamur ini tumbuh secara perlahan, lihat aja video ini.


Jamur Tiram

Akhirnya setelah cukup besar, aku memetiknya, dan memasaknya menjadi jamur tiram crispy. Semoga aja jamur ini ga tumbuh lagi di dalam perutku hehehe =))

 

1 Comment

jamur tiram itu aku suka banget
rasa nya seperti ayam dehh

lezat gmna gituu

Don't be a Silent Reader!
Please leave your comments, critiques or suggestions.
Because your opinion means a lot for this blog :)

EmoticonEmoticon